Ai ingin mama cepat pulang ......dirumah sepi sekali tanpa kehadiran mama tercintaku ......
ternyata tanpa kehadiran mama ai kosong, udah coba dengan membersihkan rumah, menonton tv, tetap aja sepi.....padahal ada Aa ku ada di samping tapi...... entahlah, engga tahu apa perasaanku tentang dia, kadang menginginkan tapi ai akan jadi orang lain siapkah diriku dengan keterbatasan-nya, emosikah diriku, sayangkah diriku padanya, usia ku yang menyebabkan aku menerimanya, mama ga ridho kalau ai ga sama aa atau mama ga ridho kalau ai sendiri karena usia ku, waktu aa menyentuhku.....entahlah perasaanku seperti waktu berhenti sejenak.....bahagiakah diriku....
aku adalah orang sederhana semua yang kudapatkan sekarang dari doa orang tuaku dan kerja kerasku sekolah ku sudah kutunaikan kuliahku hampir tujuh tahun lamanya karena tipical reason keterbatasan dana, tapi karena kuatnya niatku selesai juga biar tertatih-tatih cuti lanjut lagi cuti lagi dan selesai....
bekerja sambil kuliah memang banyak godaannya....kadang ingin menyerah saja....untung dorongan semangat mama tercintaku yang bisa diri lagi untuk melanjutkan.....terimakasih mama
love you....
sekarang ai sudah bekerja yang lumayan biar masih ada hutang sana-sini untuk menutupi yang kemarin ya sedikit demi sedikit memperrbaiki rumah biar layak di tempati.....alhamdulillah....
sekarang semua orang menanyakan kapan ai menikah kayanya kalimat itu yang sangat dihindari.... entahlah mungkin karena terbiasa sendiri...ada sih yang memberanikan diri untuk melamar ai tapi waktu itu ai belum siap...sampai ia pergi entah kemana, ada menyukai tapi ai ga suka ada yang di sukai tapi dia menaggap teman, waktu smun 23 kebanyakan temanku cowok karena mereka ga cerewet dan ga ada kata saingan apa adanya. tak terasa usia sudah kepala tiga ada pernah yang bilang pada ai kapan lagi untuk membahagiakan orang tua tapi...ga yakin kalau sama aa gimana yach supaya meyakinkan diri ai.......
dia sangat baik tapi ........ Aa meyakinkanku dengan melamarku ...ai menerimanya ...kami sudah bertunagan tapi masih keraguan dalam diri ai... bisakah ai hidup dengannya.....